Sistem
saraf otonom merupakan sistem saraf yang bekerja tanpa disadari atau tanpa
perintah sistem saraf pusat. Sistem saraf otonom merupakan gabungan saraf
sensorik dan saraf motorik.
sistem
saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari
sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan. Dalam sistem ini
terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur membentuk sinapsis yang
kompleks dan juga membentuk ganglion. Urat saraf yang terdapat pada pangkal
ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung
ganglion disebut urat saraf post ganglion.
Sistem
saraf otonom berfungsi untuk mempertahankan keadaan tubuh dalam kondisi
terkontrol tanpa pengendalian secara sadar. Sistem saraf otonom bekerja secara
otomatis tanpa perintah dari sistem saraf sadar. Sistem saraf otonom juga
disebut sistem saraf tak sadar, karena bekerja diluar kesadaran
Struktur
jaringan yang dikontrol oleh sistem saraf otonom yaitu otot jantung, pembuluh
darah, iris mata, organ thorakalis, abdominalis, dan kelenjar tubuh. Secara
umu, sistem saraf otonom dibagi menjadi dua bagian, yaitu sistem saraf simpatis
dan sistem saraf parasimpatis.
Berikut
adalah obat susunan saraf otonom :
o
Neostigmin
§ Isi kandungan : tiap ml larutan mengandung neostigmin 2,5 mg.
§ Indikasi
Miastenia
gravis; mengatasi kelumpuhan akibat pelemas otot non-depolarisasi
§ Farmakologi
Neostigmin merupakan antikolinesterase yang digunakan untuk relaksasi otot sampai relaksasi otot non depolarisasi (anastesi). Anti kolinesterase melawan efek obat pelemas otot non depolarisasi (kompetitif) seperti pankuronium, tetapi antikolinesterase memperlama kerja pelemas otot depolarisasi suksometonium. ;Neostigmin lama kerjanya lebih lama daripada endrofonium. Neostigmin adalah obat spesifik untuk melawan blokade non depolarisasi (kompetitif). Neostigmin bereaksi dalam 1 menit pada injeksi IV dan bertahan selama 20 -30 menit, mungkin diperlukan dosis kedua. Neostigmin juga dikombinasikan dengan atropin untuk mencegah bradikardia dan saliva berlebihan.;Miastenia gavis adalah sindroma yang ditandai dengan lemah otot yang berat sehingga menyerupai kelumpuhan otot progresif tanpa gangguan perasaan atau atropi yang dapat menyerang setiap otot, ;terutama otot kelopak mata, otot tengkuk, otot kunyah, otot pipi dan otot anggota badan.
Neostigmin merupakan antikolinesterase yang digunakan untuk relaksasi otot sampai relaksasi otot non depolarisasi (anastesi). Anti kolinesterase melawan efek obat pelemas otot non depolarisasi (kompetitif) seperti pankuronium, tetapi antikolinesterase memperlama kerja pelemas otot depolarisasi suksometonium. ;Neostigmin lama kerjanya lebih lama daripada endrofonium. Neostigmin adalah obat spesifik untuk melawan blokade non depolarisasi (kompetitif). Neostigmin bereaksi dalam 1 menit pada injeksi IV dan bertahan selama 20 -30 menit, mungkin diperlukan dosis kedua. Neostigmin juga dikombinasikan dengan atropin untuk mencegah bradikardia dan saliva berlebihan.;Miastenia gavis adalah sindroma yang ditandai dengan lemah otot yang berat sehingga menyerupai kelumpuhan otot progresif tanpa gangguan perasaan atau atropi yang dapat menyerang setiap otot, ;terutama otot kelopak mata, otot tengkuk, otot kunyah, otot pipi dan otot anggota badan.
Hipersensitivitas
: pasien
peka bromida ; peritonitis
atau penyumbatan mekanik saluran cerna atau saluran
kemih.
§ Efek Samping : Mual,
muntah, diare,
hipersalivasi,
kejang
perut (terutama dosis tinggi). Tanda kelebihan dosis meliputi: berkeringat, sekresi
bronkus,
rasa tak enak di saluran cerna, defekasi dan berkemih tak terkendali, miosis, nistagmus,
bradikardia, hipotensi,
agitasi, mimpi berlebihan, rasa lemah, akhirnya fasikulasi
dan paralisis
§ Interaksi Obat : Berinteraksi dengan antibiotik
tertentu seperti : neomisin, streptomisin, dan kanamisin. Menunjukkan keaktifan
blok non depolar, ringan tetapi nyata yang dapat menguatkan blok neuromuscular.
§ Pengaruh Menyusui : Pada ibu yang
menyusui pemberian obat neostigmin dilakukan ½ jam sebelum menyusui.
§ Peringatan : Hati-hati
penggunaan pada pasien epilepsi,asma
bronkus, bradikardia, oklusi
koroner
baru, vagotonia,
hipertiroidisme,
aritmia jantung
dan tukak
peptik.;Untuk penderita gagal
ginjal mungkin memerlukan pengurangan
dosis;Jauhkan dari jangkauan anak-anak
§ Informasi Pasien : Selama pemakaian
neostigmin agar pasien tidak menjalankan kendaraan;Selama hamil dan menyusui
agar pemakaian neostigmin diperhatikan
§ Mekanisme Aksi : Antikolinesterase
meningkatkan transmisi
neuromuskular dengan menghambat degradasi acetilkolin (ACh) sehingga
menyebabkan relaksasi.
o
ANTIBIOTIK CEFIXIME
Cefixime termasuk ke dalam antibiotik yang mengobati berbagai
infeksi yang disebabkan oleh bakteri dengan cara mengganggu pembentukan dinding
sel bakteri yang diperlukan untuk bertahah hidup.
Jenis obat
Antibiotik sefalosporin
|
Indikasi
Infeksi saluran
kemih tanpa komplikasi, otitis media (radang rongga gendang telinga),
faringitis & tonsilitis, bronkhitis akut & eksaserbasi (kumatnya
penyakit atau gejala penyakit secara mendadak) akut bronkhitis kronis.
|
|
Kontra Indikasi
- Riwayat syok yang disebabkan oleh
Sefiksim.
- Hipersensitivitas.
- Anak berusia kurang dari 6 bulan.
Mekanisme Kerja
Cefixime
merupakan obat golongan cephalosporin generasi ketiga dengan aktivitas luas
untuk melawan bakteri gram-negatif. Mekanisme kerja cefixime adalah dengan
berikatan dengan 1 atau lebih protein pengikat penicillin, menahan
sintesis dinding sel bakteri dan menghambat pertumbuhan bakteri.
|
|
Perhatian
·
Hipersensitivitas
terhadap Penisilin
·
Riwayat
berbagai bentuk alergi baik pribadi (pasien itu sendiri) atau pada keluarga
pasien.
·
Gangguan
serius fungsi ginjal.
·
Nutrisi
per oral kurang, paseien yang menerima nutrisi parenteral, lansia, pasien
debil.
·
Wanita
hamil, menyusui, anak usia 6 bulan.
|
|
Efek Samping
Syok,
hipersensitivitas, gangguan hematologis, gangguan saluran pencernaan,
kekurangan Vitamin K.
|
|
Indeks
Keamanan Pada Wanita Hamil
Baik penelitian
reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian
terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek
merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian
terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan
tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
|